A. Bentuk-bentuk Persamaan Logika
Selain menggunakan symbol elemen
logika, deskripsi rangkaian logika kombinasi dapat dilakukan dengan menggunakan
persamaan logika. Secara umum persamaan logika diklasifikasikan ke dalam 2
bentuk, yakni Sum Of Product (SOP) dan Product Of Sum (POS). Dari masing-masing
bentuk persamaan tersebut dapat diklasifikasikan lagi menjadi bentuk standar
dan tidak standar.
1. Bentuk Sum Of Product (SOP)
SOP merupakan persamaan logika yang
mengekspresikan operasi OR dari suku-suku berbentuk operasi AND. Secara
sederhana dapat dikatakan bahwa SOP adalah bentuk persamaan yang melakukan
operasi OR terhadap AND. Bentuk SOP ini terdiri dari 2 macam, yaitu SOP standar
dan SOP tidak standar. SOP standar adalah persamaan logika SOP yang setiap
sukunya mengandung semua variabel input yang ada, sedangkan SOP standar
merupakan persamaan logika SOP yang tidak setiap sukunya mengandung semua
variabel input. Pada bentuk SOP standar, setiap sukunya dinamakan minterm,
disingkat dengan m(huruf kecil). Minterm bersifat unik, yakni untuk semua
kombinasi input yang ada hanya terdapat satu kombinasi saja yang menyebabkan
suatu minterm bernilai 1. Dengan kata lain, suatu persamaan logika dalam bentuk
SOP, dapat dilihat dari outputnya yang berlogic 1. Tanda sigma (S) digunakan
sebagai pengganti operator-operator penjumlahan (operasi logika OR).
2. Bentuk Product Of Sum (POS)
POS merupakan suatu persamaan logika
yang mengekspresikan operasi AND dari suku-suku berbentuk operasi OR atau
dengan kata lain POS adalah bentuk persamaan yang meakukan operasi AND terhadap
OR. Bentuk POS ini terdiri dari 2 macam, yaitu POS standar dan POS tidak
standar. POS standar adalah persamaan logika POS yang setiap sukunya mengandung
semua variabel input yang ada, sedangkan POS standar merupakan persamaan logika
POS yang tidak setiap sukunya mengandung semua variabel input. Pada bentuk POS
standar, setiap sukunya dinamakan maxterm, disingkat dengan M (huruf besar).
Sama halnya dengan minterm, maxterm juga bersifat unik, yakni untuk semua
kombinasi input yang ada hanya terdapat satu kombinasi saja yang menyebabkan
suatu maxterm bernilai 0. Dengan kata lain, suatu persamaan logika dalam bentuk
POS, dapat dilihat dari outputnya yang berlogic 0. Tanda phi (P) digunakan
sebagai pengganti operator-operator perkalian (operasi logika AND).
3. Penyederhanaan Secara Aljabar
Bentuk suatu persamaan logika baik
dalam bentuk SOP maupun POS yang diperoleh dari tabel kebenaran umumnya jika
diimplementasikan ternyata merupakan bentuk impelementasi yang tidak efisien.
Oleh karena itu, setiap persamaan logika yang akan diimplementasikan ke dalam
bentuk rangkaian logika pada dasarnya dapat dilakukan jika persamaan logika
tersebut sudah dalam bentuk minimum, yaitu dengan tahap minimisasi. Tahap
minimisasi merupakan suatu cara untuk memanipulasi atau menyederhanakan suatu
persamaan logika dengan menggunakan teorema aljabar Boolean, diagram venn,
karnaugh map, dam sebagainya. Dengan menyederhanakan suatu persamaan logika
sebelum persamaan tersebut diimplementasikan ke dalam bentuk rangkaian,
terdapat beberapa keuntungan yang dapat diperoleh, yaitu :
· Mengurangi jumlah komponen yang
diperlukan.
· Mengurangi biaya yang diperlukan.
· Waktu yang diperlukan untuk
menyusun rangkaian lebih sedikit.
· Respon/tanggapan rangkaian menjadi
lebih cepat karena delay/tundaan rangkaian berkurang.
· Ukuran/dimensi fisik rangkaian
lebih kecil.
· Bobot rangkaian lebih ringan.
· Rangkaian akan lebih mudah
dianalisa.
4. Metode Karnaugh Map
Selain menggunakan teorema aljabar
Boolean, agar suatu persamaan logika dengan cepat dapat diketahui sudah dalam
bentuk minimum atau masih perlu diminimumkan dapat digunakan metode Karnaugh
Map. Keuntungan yang diperoleh dari penyederhanaan persamaan logika dengan
menggunakan K-map ditinjau dari persamaan akhir yang dihasilkan selalu
merupakan persamaan yang tersederhana. Pembahasan lebih lanjut tentang karnaugh
map akan dijelaskan pada bab minimasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar